Halo, Sobat Madrasah! Apa kabar hari ini? Semoga tetap semangat, ya, meskipun kalender pendidikan rasanya makin padat saja.
Baru saja kita selesai dengan urusan rapor, eh, sekarang sudah harus pasang kuda-kuda buat agenda besar berikutnya di tahun 2026: Tes Kemampuan Akademik (TKA). Buat Bapak/Ibu guru, operator madrasah, dan para orang tua, jadwal ini ibarat "peta harta karun" yang wajib banget ditempel di pintu atau jadi wallpaper HP. Kenapa? Karena kalau satu tanggal saja terlewat, urusannya bisa panjang!
Nah, di artikel kali ini, kita nggak cuma bakal bahas tanggal mainnya saja. Kita bakal bedah apa itu TKA, kenapa ini penting, sampai tips-tips receh tapi ampuh biar anak-anak kita sukses menghadapinya. Yuk, seduh kopi atau tehnya dulu, kita bahas santai!
Apa Sih TKA Itu? Kok Kayak Balikan sama Ujian Nasional?
Sebelum masuk ke jadwal, mari kita luruskan dulu satu hal: TKA itu bukan Ujian Nasional (UN) yang dulu bikin kita senam jantung.
Kalau dulu UN menentukan lulus atau tidaknya siswa, TKA ini beda filosofi. TKA atau Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen yang tujuannya untuk memotret kemampuan akademik siswa secara objektif. Hasilnya nanti berupa Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).
"Terus kalau nggak buat kelulusan, buat apa dong?" Nah, ini menariknya. Meski nggak menentukan lulus, nilai TKA ini punya peran strategis:
Tiket Masuk Sekolah Favorit: Banyak sekolah atau madrasah jenjang lanjutannya (SMP ke SMA, misalnya) menggunakan nilai TKA sebagai salah satu jalur prestasi.
Diagnosis Belajar: Buat sekolah, ini cara buat tahu, "Eh, bagian mana sih yang murid kita masih lemah?" Jadi, tahun depan pengajarannya bisa diperbaiki.
Pemetaan Mutu: Pemerintah jadi tahu kualitas pendidikan kita tanpa harus memberi beban "hidup-mati" lewat ujian kelulusan.
Jadi, intinya: TKA itu penting, tapi jangan sampai bikin stres berlebihan. Oke?
Catat! Lini Masa Lengkap TKA 2026
Berdasarkan informasi terbaru dari Ayo Madrasah dan kebijakan Kemendikdasmen, inilah rangkaian jadwal yang harus kita kawal bareng-bareng. Ingat, jadwal ini berlaku untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat.
1. Pendaftaran Peserta (19 Januari – 28 Februari 2026)
Ini adalah gerbang pertama. Jangan sampai ada siswa kelas 6 (SD/MI) atau kelas 9 (SMP/MTs) yang tertinggal. Operator madrasah biasanya bakal sibuk banget di fase ini buat sinkronisasi data dari EMIS atau Dapodik ke sistem TKA.
Tips buat Orang Tua: Pastikan data anak di sekolah sudah benar, terutama NIK dan nama lengkap.
2. Simulasi TKA (Februari – Maret 2026)
Simulasi ini ibarat "pemanasan" atau check sound. Tujuannya biar siswa nggak kagok pakai sistem CBT (Computer Based Test) dan biar admin tahu kalau servernya kuat atau malah "meledak".
SMP/MTs: 23 Februari – 1 Maret 2026.
SD/MI: 2 – 8 Maret 2026.
3. Gladi Bersih (9 – 17 Maret 2026)
Kalau simulasi itu cuma coba-coba, Gladi Bersih ini sudah seperti ujian beneran. Semua protokol dijalankan, mulai dari absen digital sampai pengaturan waktu pengerjaan. Ini kesempatan terakhir buat memperbaiki kendala teknis.
4. Pelaksanaan Tes Utama (April 2026)
Ini dia hari H yang dinanti-nanti! Pelaksanaan dibagi dua sesi besar:
Jenjang SMP/MTs: 6 – 16 April 2026.
Jenjang SD/MI: 20 – 30 April 2026. Biasanya tes dilakukan dalam beberapa gelombang dan sesi untuk mengakomodasi jumlah perangkat komputer yang ada di sekolah.
5. Tes Susulan (11 – 17 Mei 2026)
Buat anak-anak yang pas hari H tiba-tiba sakit atau ada keadaan darurat yang nggak bisa ditinggal, tenang saja. Ada jadwal susulan. Tapi ingat, harus ada alasan yang sah, ya!
6. Pengolahan & Pengumuman Hasil (Mei 2026)
Data akan diolah oleh pusat pada 18 – 23 Mei, dan puncaknya Hasil TKA Nasional diumumkan pada 24 Mei 2026. Di sini nanti SHTKA bisa diunduh dan digunakan untuk keperluan pendaftaran sekolah selanjutnya.
Mata Pelajaran Apa Saja yang Diujikan?
Berbeda dengan asesmen lain yang mungkin lebih luas, TKA 2026 fokus pada dua "raja" mata pelajaran:
Bahasa Indonesia: Fokusnya bukan cuma menghafal nama penulis atau struktur kalimat, tapi lebih ke literasi. Anak-anak ditantang memahami isi teks, mengambil simpulan, sampai mengevaluasi pesan di balik bacaan.
Matematika: Tenang, nggak bakal disuruh menghafal rumus luas trapesium di luar kepala tanpa makna. Soal-soal TKA lebih ke numerasi dan penalaran. Bagaimana siswa menggunakan matematika buat menyelesaikan masalah sehari-hari.
Persiapan Teknis: Tugas Berat Operator & Admin
Sobat Operator, saya tahu beban kalian berat. Biar pelaksanaan TKA di madrasah lancar jaya, beberapa hal ini wajib dicek dari sekarang:
Kesiapan Client: Laptop atau PC yang bakal dipakai murid harus dalam kondisi sehat. Kalau RAM-nya cuma 2GB, mungkin butuh "doa" lebih banyak atau kalau bisa di-upgrade.
Jaringan Internet: TKA ini berbasis CBT. Kalau internetnya sering disconect pas murid lagi asyik mikir, bisa buyar konsentrasi mereka. Pastikan bandwidth-nya cukup.
Kelistrikan: Jangan sampai pas lagi ujian, listrik padam dan sekolah nggak punya genset atau UPS. Koordinasi dengan PLN setempat saat hari H juga ide yang bagus.
Strategi Belajar buat Murid: Belajar Pintar, Bukan Belajar Keras
Buat adik-adik siswa, menghadapi TKA itu jangan dibawa beban. Berikut tips biar kalian "gaspol" tanpa burnout:
Pahami Konsep, Bukan Hafalan: Karena soalnya model penalaran, kalian harus tahu kenapa jawaban itu benar. Jangan cuma ingat-ingat kunci jawaban tahun lalu.
Latihan Soal CBT: Karena ujiannya pakai komputer, biasakan diri mengerjakan soal di layar. Rasanya beda, lho, baca teks panjang di kertas dibanding baca di monitor.
Manajemen Waktu: Pas latihan, pakai timer. Jangan sampai asyik di satu soal matematika yang susah, eh, soal bahasa Indonesia yang mudah malah nggak terisi karena kehabisan waktu.
Jaga Kesehatan: Ini klise tapi beneran. Tidur 8 jam, makan sarapan bernutrisi (jangan cuma gorengan!), dan minum air putih yang banyak. Otak butuh bahan bakar buat mikir keras!
Peran Orang Tua: Jadilah Support System, Bukan Stress System
Ayah dan Bunda, anak-anak mungkin nggak bilang, tapi mereka pasti tegang. Peran kita di rumah adalah mendinginkan suasana:
Jangan Membandingkan: "Itu anak tetangga nilainya bagus, kamu kok gini?" Kalimat ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Dukung proses belajarnya, bukan cuma hasil akhirnya.
Ciptakan Suasana Nyaman: Pas anak lagi belajar, mungkin volume TV dikecilkan sedikit. Berikan cemilan sehat biar mereka semangat.
Pahami Jadwal: Pastikan Ayah/Bunda tahu kapan jadwal simulasi dan ujian utama, biar nggak salah jadwal kalau mau ada acara keluarga.
Kenapa Harus Ikut TKA? Kan Katanya Sukarela?
Ada yang bilang TKA itu "sukarela". Tapi, menurut hemat saya, sangat rugi kalau nggak ikut. Pertama, anak jadi punya pengalaman ujian standar nasional. Ini mental yang bagus buat masa depan. Kedua, Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) itu dokumen resmi negara. Kita nggak tahu tahun depan kebijakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) bakal kayak gimana. Kalau tiba-tiba nilai TKA jadi syarat mutlak masuk sekolah unggulan dan kita nggak punya nilainya, kan sayang banget.
Penutup: Kita Sukseskan Bareng-Bareng!
TKA 2026 memang masih beberapa bulan lagi, tapi waktu itu jalannya cepat banget, apalagi kalau kita lagi sibuk. Dengan adanya lini masa ini, harapannya kita semua—baik itu guru, operator, siswa, maupun orang tua—bisa lebih siap secara mental dan teknis.
Ingat, tujuan utama pendidikan adalah prosesnya. TKA cuma salah satu alat ukur untuk melihat sejauh mana anak-anak kita bertumbuh. Jadi, mari kita hadapi dengan senyuman dan persiapan yang matang.
Buat Sobat Madrasah yang mau terus update soal info-info terbaru, jangan lupa sering-sering mampir ke portal informasi seperti Ayo Madrasah. Di sana informasinya selalu segar dan akurat.
Selamat berjuang, para pejuang pendidikan! Semoga anak-anak kita mendapatkan hasil terbaik dan madrasah kita makin bermartabat. 🚀
Semangat TKA 2026!



