Inovasi, USBN Madrasah Menggunakan Android

USBN Madrasah Menggunakan Android
Siswa MTs Kabupaten Wajo, Sedang Ujian Menggunakan Adnroid
Inovasi, USBN Madrasah Menggunakan Android - Diakhir tahun pelajaran ini, siswa madrasah disibukkan dengan kegiatan Ujian, baik untuk Tingkat MA, MTs, dan MI. Bagi sebagian Madrasah di Indonesia sudah menerapkan UNBK atau kepanjangan dari Ujian Nasional Berbasis Komputer. Itu merupakan gagasan baru dari pemerintah untuk Ujian Nasional, namun tidak semua Madrasah menggunakan metode seperti itu, hanya beberapa madrasah saja.

Namun, beda dengan madrasah lainnya, di Kabupaten Wajo. Ada beberapa madrasah melaksanakan Ujian dengan menggunakan Smartphone Android. Ini merupakan hal yang sangat Jenius dan Inovasi yang harus ditiru bagi madrasah-madrasah laiinya.

Untuk berita lengkapnya silahkan baca di bawah ini, seperti yang telah kami kutip dari kemenag.go.id (11/04/2018).

Tim teknis Computer Based Test (CBT) Kankemenag Wajo membuat inovasi dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat MTs. USBN MTs di Kabupaten Wajo menggunakan aplikasi android di smartphone peserta ujian. 

Ketua Tim Teknis CBT Madrasah Kankemenag Kab. Wajo Hamzah Alias mengatakan ide ini berawal tantangan ajakan Kepala Kankemenag Kabupaten Wajo, Arsyad Ambo Tuo, agar pelaksanaan USBN di Wajo bisa dilaksanakan berbasis komputer, layaknya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK).

Hamzah Alias beserta tim lalu mendiskusikan hal ini dan disepakati pelaksanaan USBN tingkat MTs di Kabupaten Wajo berbasis komputer dan android. “Kami menggunakan salah satu aplikasi dari sekian banyak yang ada. Tim Teknis mulai bekerja selama dua hari efektif untuk menginput database soal beserta kunci jawaban yang berjumlah enam mata pelajaran yang di-USBN-kan,” jelas Hamzah, Rabu (11/04).

Setelah itu rekan Proktor diundang untuk mengcopy aplikasi yang telah dimodifikasi untuk dipakai USBN-BK/Android sekaligus diberikan bimbingan singkat tentang penggunaan aplikasi tersebut yang kurang lebih persis aplikasi UNBK/UAMBN-BK,” lanjutnya.

Menurut Hamzah, dalam pelaksanaan USBN-Android, diperlukan beberapa perangkat, yaitu:

  1. Laptop sebagai server lokal yang telah diinstal dengan aplikasi USBN. Ini bukan full instal, tapi semacam silent install.
  2. HP Android sebagai client untuk siswa, tanpa kartu kuota dan tidak butuh jaringan internet.
  3. Modem sebagai penyedia router untuk menghubungkan antara laptop dan Android, tanpa kartu kuota dan tidak butuh jaringan internet. Hanya cukup mensinkronkan IP Address yang diterima oleh Laptop & HP. Android dari jaringan wifi/router tersebut.
Hamzah menjelaskan, laptop sebagai server lokal harus disetting terlebih dahulu sebelum dioperasikan dengan settingan yang kurang lebih sama dengan UNBK/UAMBN-BK, termasuk import data-data siswa. Sedangkan Android cukup diinstalkan aplikasi Exambrowser yang terdapat pada playstore.

“Setelah log in aplikasi di laptop sebagai server dengan mengakses data mapel dan siswa, android dioperasikan dengan menghubungkan IP Address yang diterima oleh laptop. Kemudian siswa log in aplikasi di android dengan menggunakan username & password yang terdapat pada server,” tambah Hamzah.

Dangan system ini, siswa dapat mengerjakan soal yang telah diinput sebelumnya dengan nomor soal, option Pilihan Ganda dan Essay yang telah teracak (random). Hasil pekerjaan siswa untuk soal pilihan ganda, dapat langsung diakses hasilnya, akan tetapi untuk soal essay tetap dikerjakan secara manual dengan menyiapkan lembar jawaban, meski ditampilkan pada monitor.

Hamzah mengakui masih banyak kendala dalam pelaksanaan USBN-Komputer-Android ini. Namun secara umum, USBN berbasis Komputer dan Android ini berjalan dengan baik dengan menggunakan durasi waktu yang lebih dari yang telah dialokasikan.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Yuspiani saat memantau pelaksanaan USBN MTs, 9 April lalu, mengatakan bahwa pelaksanaan USBN-BK/Android dapat lebih efektif, efesien, serta hemat biaya dan tenaga. Selain itu, integritas juga tetap terjaga dengan meminimalisir unsur kecurangan dan mengedepankan kejujuran dengan tidak mengurangi substansi dari ujian itu sendiri.

Ada 33 MTs dan 1.874 siswa yang mengikuti USBN berbasis Komputer-Android selama 9- 13 April 2018.

Semoga artikel kami ini tentang Inovasi, USBN Madrasah Menggunakan Android dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi anda semuanya.

Sekian dulu dari kami, kurang dan lebihnya mohon maaf. Jangan lupa untuk ikuti kami terus LIKE di Fans Page Facebook kami, berikan komentar kalian jika ini membantu dan Share jika informasi ini penting dan berguna bagi orang banyak. Terimakasih.

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Inovasi, USBN Madrasah Menggunakan Android"